PEMANDANGAN MUSEUM TSUNAMI ACEH

Nama: Fibra Fiolyn Fabian Fa

Kelas: X MIPA 1

No absen: 19


PEMANDANGAN MUSEUM TSUNAMI ACEH








Museum Tsunami di Banda Aceh yang dirancang oleh arsitek asal Bandung Jawa Barat, Ridwan Kamil ini merupakan desain yang memenangkan sayembara tingkat internasional yang diselenggarakan pada 2007 dalam rangka memperingati musibah tsunami 2004. Bangunan tersebut berkonsep rumoh Aceh dan on escape hill dan sebagai referensi utamanya adalah nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan abstraksi tsunami.

Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi — untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius Suku Aceh Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami. Bagian rooftop bangunan Museum Tsunami Aceh pun dirancang sebagai escape roof, yakni area evakuasi jika terjadi bencana banjir atau tsunami di kemudian hari. 

Bangunan ini memperingati para korban, yang namanya dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini.

Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk "bukit pengungsian" bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi




Pameran di museum ini meliputi simulasi elektronik gempa bumi dan tsunami samudera hindia 2004, serta foto korban dan kisah yang disampaikan korban selamat.

Isi bangunan Museum Tsunami Aceh terdiri dari empat lantai dan memiliki beberapa koleksi yang membahas kejadian tsunami, yaitu dengan total koleksi mencapai 55 unit yang terdiri dari 22 alat peraga, 26 foto, dan 7 maket.


Interior dan eksterior Museum Tsunami Aceh memiliki keindahan dengan tembok yang berkelok dan penuh relief geometrik. Lantainya pun memiliki nilai seni, dirancang seperti rumah tradisional Aceh yang tinggi.

Pada lantai dasar museum terdapat ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik. Saat memasuki museum ini, ruang pertama yang akan disinggahi pengunjung adalah ruang renungan.

Dalam ruangan tersebut terdapat sebuah lorong sempit dengan penerangan yang remang. Terdapat suara air yang mengalir di sisi kanan dan kiri lorong yang diibaratkan sebagai gemuruh tsunami saat masa silam.


Setelah melewati ruang renungan, pengunjung akan memasuki ruang kaca yang disebut “Memorial hill” dengan dilengkapi oleh monitor yang bisa digunakan untuk mengakses informasi mengenai peristiwa tsunami.

Setelah melewati ruang memorial hill, pengunjung akan memasuki ruang “The Light of God”, yaitu sebuah ruangan berbentuk sumur silinder yang menyorotkan cahaya. Pada puncak ruangan terlihat kaligrafi arab bertuliskan ALLAH.

Tak hanya itu, pada dinding-dinding ruangan tersebut juga dipenuhi oleh nama-nama korban tsunami yang tewas dalam peristiwa bencana tersebut.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

pembahasan soal pts

SOAL LOGARITMA DAN SIFAT-SIFATNYA

soal vektor matematika perminatan